Langsung ke konten utama

Bagimu Kisahmu, Aku tetaplah Aku

meriahnya padam
begitulah kisahnya
muncul fanatik untukmu
diwarnai bermacam langkah nekat
dihiasi nyanyian janji memukau
saat itu pula game sudah dimulai
tapi aku tidak cukup amunisi
target empuk terpaksa lapuk
lapang dada untuk mengurai ketidakberdayaan
tak mampu aku terlibat dalam alur kisahmu
tapi andil ku besar atas ikhlasku
mencoba jadi yang biasa2 saja
karena kufikir itu adalah hal yang luar biasa.
cukuplah tersenyum bagiku
dan kulafazkan "bagimu kisahmu dan aku adalah aku"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulitnya Kita

jika hanya selembar daun saja sudah bisa menutupi indahnya dunia, tapi kenapa aku tetap tidak bsa menyembunyikan simpati padamu. jika jarak jauhnya barat dan timur masih bisa berkomunikasi. tapi kenapa aku tidak bisa berkomunikasi lagi denganmu. mungkin kamu istimewa sekali bagiku. tapi tidak mungkin istimewa untukmu. Sulitnya kita.

Ketika Kisah Lain Dimulai

waktuku usai permainan pun berlalu masa indah itu telah pergi harapan besar meninggalkan aku Tapi kisah lain pun dimulai lembaran masa depan telah dibuka tapi aku ragu untuk melangkah sementara dia harus tenggelam mati dalam kisah lalu dan sepertinya cahayanya mulai surut tidak tega melihatnya redup dan aku mungkin hanyalah umpama lilin yang menerangi digelapmu tapi pada akhirnya aku pun akan gelap bersamamu karena aku habis hanya untuk menjaga gelapmu mungkin kisah akan datang sejuk? ataukah lebih gersang? yang jelas kau adalah kisah yang indah kau adalah lembaran yang mengantarku menuju klimaks kisahku mungkin di akhir kau akan datang lagi? mungkin tidak akan terjadi tapi setidaknya kau telah menjadi bagian dari cerita ini

Harapan Semu

ada kaki untuk melangkah ada mulut berbicara dan jiwa untuk perasaan dan mimpi yang indah tapi kulelah mengejar bisu nyatakan inginku dan jiwa yang bimbang dalam semu fikiranku mungkin harus lupa insomnia akan agungmu tak mampu ku berjalan lagi karena malam segera tiba esok mungkin masih cerah ataukah lebih gelap dari malam kemarin tapi kufikir kau tetaplah kau dulu sekarang dan nanti