Langsung ke konten utama

Selamat Pagi

mentari telah terbit
sementara tidurku belum cukup
mimpiku masih terbang indah
dan tak ingin aku terlarut terus didalam
bangkitlah di pagi yang baru ini
sambutlah dengan jiwa yang baru
melangkah dengan semangat yang kuat
karena Tuhan masih memberi nafas
karena Tuhan masih memberi mentari yang cerah ini
karena Tuhan masih memberi kesempatan
karena Tuhan akan mengambil semuanya kelak pada waktunya
belai embun di daun sana sebelum hilang terbawa mentari
serap sejuk udara pagi sebelum berganti
selamat beraktivitas!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulitnya Kita

jika hanya selembar daun saja sudah bisa menutupi indahnya dunia, tapi kenapa aku tetap tidak bsa menyembunyikan simpati padamu. jika jarak jauhnya barat dan timur masih bisa berkomunikasi. tapi kenapa aku tidak bisa berkomunikasi lagi denganmu. mungkin kamu istimewa sekali bagiku. tapi tidak mungkin istimewa untukmu. Sulitnya kita.

Ketika Kisah Lain Dimulai

waktuku usai permainan pun berlalu masa indah itu telah pergi harapan besar meninggalkan aku Tapi kisah lain pun dimulai lembaran masa depan telah dibuka tapi aku ragu untuk melangkah sementara dia harus tenggelam mati dalam kisah lalu dan sepertinya cahayanya mulai surut tidak tega melihatnya redup dan aku mungkin hanyalah umpama lilin yang menerangi digelapmu tapi pada akhirnya aku pun akan gelap bersamamu karena aku habis hanya untuk menjaga gelapmu mungkin kisah akan datang sejuk? ataukah lebih gersang? yang jelas kau adalah kisah yang indah kau adalah lembaran yang mengantarku menuju klimaks kisahku mungkin di akhir kau akan datang lagi? mungkin tidak akan terjadi tapi setidaknya kau telah menjadi bagian dari cerita ini

Harapan Semu

ada kaki untuk melangkah ada mulut berbicara dan jiwa untuk perasaan dan mimpi yang indah tapi kulelah mengejar bisu nyatakan inginku dan jiwa yang bimbang dalam semu fikiranku mungkin harus lupa insomnia akan agungmu tak mampu ku berjalan lagi karena malam segera tiba esok mungkin masih cerah ataukah lebih gelap dari malam kemarin tapi kufikir kau tetaplah kau dulu sekarang dan nanti